'Wah, hapeku nggak kuat nih buat main game ini' 'Duh, ngelag mulu ih main gamenya. Kesel' 'Yah, gimana ya, hapeku spesifikasinya nggak kompatibel buat main game ini' Mungkin, kita semua pernah mendengar keluhan semacam itu dari rekan sejawat, atau dari stranger yang kita temui di suatu tempat dengan kedua tangan menggenggam smartphone secara horizontal, pandangan lurus ke layar, namun mulut masih bercuap demikian. Bisa dibilang, saat ini kita sedang masuk ke masa di mana game merupakan salah satu langkah untuk dapat mencapai 'kasta' dan pengakuan. Ketika dahulu game dianggap sebagai candu yang mungkin bisa bikin orang bodoh karena lupa belajar, sekarang, game dianggap sebagai candu yang dapat menghasilkan uang dan bahkan kebanggaan. Apa itu merugikan? Source : Tekno.Kompas.com Tentu hal ini tergantung pada sudut pandang mana seseorang melihatnya. Bila game dijadikan sebuah kewajiban, dan seorang anak lantas harus menuntut orang tuany...