Film baru apa yang sedang heboh sekarang?
Tentu saja, kalau menurut saya adalah... Glass.
Di sini, siapa nih yang sudah nonton Film Glass?
Ohiya, sebelum masuk ke pertanyaan tersebut, kita ulas balik ke pertanyaan yang lampau : Siapa nih, di sini yang sudah nonton Film Split?
Ohiya lagi, sepertinya harus masuk ke pertanyaan yang lebih sangat lampau : Siapa nih, yang sudah nonton Film Unbreakable?
Jika mayoritas di sini ada yang menjawab sudah menonton semuanya, lantas, pasti kalian merasa bahwa ada keterkaitan antara film-film tersebut di Film Glass yang baru tayang Januari 2019 ini, iya, kan?
YA IYAAALAAAAH, KAN FILM GLASS INI SEMACAM SEKUEL YANG MEMANG BERLANJUT DAN MEMPERTEMUKAN ANTARA FILM UNBREAKABLE (2000) DENGAN FILM SPLIT (2017).
Ohiya, santai. Santai.
Saya pribadi sih, nggak nyangka ya, dan akhirnya cuma bisa mangap setelah tau bahwa ini kenyataannya. Nggak ngerti lagi deh pokoknya, Film Glass ini kacau parah sih.
Seperti biasa, film Glass besutan dari M. Night Shyamalan ini bener-bener bikin kita merasa nggak karuan, tentu setelah sebelumnya juga dibikin hal yang sama di film Unbreakable dan Split. Menceritakan tentang sosok dari David Dunn, yang mana masih kekeuh bahwa dia adalah sosok manusia biasa yang dapat berguna untuk orang lain. Dia melakukan rutinitas hidupnya bersama si Joseph, yang mana dengan membuka satu buah toko yang menjajakan alat-alat keamanan.
Sosok David Dunn ini pada di film split hanya muncul sekilas nggak sih, yaitu pas menjelang ending? Kalau nggak salah loh, ya, saya agak lupa gitu. Ehe. Tapi di Film Glass, dia muncul di awal dong pun.
David Dunn ini awalnya masih merasa trauma atas masalalu yang terlintas di dalam kepalanya, akan tetapi dia merasa bahwa dia harus tetap berjuang untuk lanjut hidup demi meraih tujuan-tujuannya, salah satu contoh tujuannya adalah mengenai dia yang hendak mengincar sosok pria yang suka menculik gadis remaja, lalu membunuhnya.
Dalam hal yang terjabar di atas, tentu sangat jelas bahwa Film Glass menerkaitkan hubungan antara film Unbreakable dan Split, kan? Iya nggak?
Dengan alat-alat sederhana yang dipunya, pun juga atas bantuan alat teknologi yang sungguh sangat kekinian, David Dunn yang mana dibantu oleh seorang putranya, yaitu Joseph pun lantas langsung mencari sosok 'pria' tersebut yang mana sering dijuluki dengan sebutan 'The Beast'.
Kemudian scene beralih menggambarkan sosok lelaki berpakaian jas dan dengan gaya penuh glamornya berkumpul memenuhi sebuah tempat. Mereka lantas berdiskusi perihal penyelamatan akan kehidupan umat manusia.
Setelah itu, lalu muncullah sosok Mr. Glass dari tempat lain. Dia adalah Elijah Price, dengan gayanya yang masih tetap duduk di atas kursi rodanya dengan termangu. Dia melihat ke sudut ruangan. Terkunci. Kaitnya adalah logam berbentuk kunci. Teknologi yang canggih mengawasi itu semua.
Ketiga sosok dalam tempat yang berbeda itu lantas seperti terhubung antar satu kesatuan. Ketiganya punya rasa ingin atas masing-masing hal dan mereka dibatasi oleh sekat yang tidak pernah diharap. Sebuah penggambaran bahwa, Film Glass ini bukanlah masuk ke dalam kategori pshyco triller lagi, sama halnya Split atau Unbreakable.
Film Glass juga bukanlah film tentang superhero yang dahulu sempat diutarakan oleh salah satu produser yang menggarap film ini tahun lalu. Akan Tetapi, Film Glass lebih masuk ke dalam kategori film yang memiliki keinginan untuk memberi ajakan kepada penontonnya agar dapat bermain dengan sebuah strategi, bayang imaji, dan juga hal gila yang ada pada karakter utamanya, yaitu Mr. Glass.
Jika ditanya bagaimana tentang filmnya, mungkin film Glass ini sedikit lebih mirip dengan film unbreakable, dimana di situ, sosok Elijah Price, memiliki obsesi yang sangat tinggi dengan banyaknya cerita yang terabar di dalam komik superhero-superhero.
Saya nggak ngerti lagi sih, gimana si M . Night Shyamalan ini kok bisa bikin sebuah film yang beterkaitan, tapi masih dengan penuh misteri yang diluar dugaan gitu. Kagum banget saya memang nih. Dimulai dari pengenalan kembali sosok David Dun di Film Unbreakable, lalu menuju kepada sosok Kevin di Film Split, hingga langsung di arahkan pada pengenalan sosok Dr. Ellie Staple, yaitu sosok psikolog memiliki teori untuk mengubah sebuah persepsi maupun isi dari kepala Elijah, Kevin, dan juga David.
Sekali lagi, ini Film Glass tuh bener-bener penuh misteri dan gimana yaaa? Bingung akutuuuuuuh, ih.
Tentu saja, kalau menurut saya adalah... Glass.
Di sini, siapa nih yang sudah nonton Film Glass?
Ohiya, sebelum masuk ke pertanyaan tersebut, kita ulas balik ke pertanyaan yang lampau : Siapa nih, di sini yang sudah nonton Film Split?
Ohiya lagi, sepertinya harus masuk ke pertanyaan yang lebih sangat lampau : Siapa nih, yang sudah nonton Film Unbreakable?
Jika mayoritas di sini ada yang menjawab sudah menonton semuanya, lantas, pasti kalian merasa bahwa ada keterkaitan antara film-film tersebut di Film Glass yang baru tayang Januari 2019 ini, iya, kan?
YA IYAAALAAAAH, KAN FILM GLASS INI SEMACAM SEKUEL YANG MEMANG BERLANJUT DAN MEMPERTEMUKAN ANTARA FILM UNBREAKABLE (2000) DENGAN FILM SPLIT (2017).
Ohiya, santai. Santai.
Review Film : Glass (2019)
| Source : Imdb |
Keterkaitan antara Film Glass - Split - dan Unbreakable
Dahulu, waktu kita nonton film Unbreakable sama Split, sudah kebayang nggak sih kalau bakal ada lanjutannya di film Glass ini? Atau paling tidak, ya merasa kayak... KOK BISA SIH KETIGA FILM INI BERKETERKAITAN?Saya pribadi sih, nggak nyangka ya, dan akhirnya cuma bisa mangap setelah tau bahwa ini kenyataannya. Nggak ngerti lagi deh pokoknya, Film Glass ini kacau parah sih.
Seperti biasa, film Glass besutan dari M. Night Shyamalan ini bener-bener bikin kita merasa nggak karuan, tentu setelah sebelumnya juga dibikin hal yang sama di film Unbreakable dan Split. Menceritakan tentang sosok dari David Dunn, yang mana masih kekeuh bahwa dia adalah sosok manusia biasa yang dapat berguna untuk orang lain. Dia melakukan rutinitas hidupnya bersama si Joseph, yang mana dengan membuka satu buah toko yang menjajakan alat-alat keamanan.
Sosok David Dunn ini pada di film split hanya muncul sekilas nggak sih, yaitu pas menjelang ending? Kalau nggak salah loh, ya, saya agak lupa gitu. Ehe. Tapi di Film Glass, dia muncul di awal dong pun.
David Dunn ini awalnya masih merasa trauma atas masalalu yang terlintas di dalam kepalanya, akan tetapi dia merasa bahwa dia harus tetap berjuang untuk lanjut hidup demi meraih tujuan-tujuannya, salah satu contoh tujuannya adalah mengenai dia yang hendak mengincar sosok pria yang suka menculik gadis remaja, lalu membunuhnya.
Dalam hal yang terjabar di atas, tentu sangat jelas bahwa Film Glass menerkaitkan hubungan antara film Unbreakable dan Split, kan? Iya nggak?
Dengan alat-alat sederhana yang dipunya, pun juga atas bantuan alat teknologi yang sungguh sangat kekinian, David Dunn yang mana dibantu oleh seorang putranya, yaitu Joseph pun lantas langsung mencari sosok 'pria' tersebut yang mana sering dijuluki dengan sebutan 'The Beast'.
Kemudian scene beralih menggambarkan sosok lelaki berpakaian jas dan dengan gaya penuh glamornya berkumpul memenuhi sebuah tempat. Mereka lantas berdiskusi perihal penyelamatan akan kehidupan umat manusia.
Baca juga : 4 Rekomendasi Film Thailand Bikin Mewek
Setelah itu, lalu muncullah sosok Mr. Glass dari tempat lain. Dia adalah Elijah Price, dengan gayanya yang masih tetap duduk di atas kursi rodanya dengan termangu. Dia melihat ke sudut ruangan. Terkunci. Kaitnya adalah logam berbentuk kunci. Teknologi yang canggih mengawasi itu semua.
Ketiga sosok dalam tempat yang berbeda itu lantas seperti terhubung antar satu kesatuan. Ketiganya punya rasa ingin atas masing-masing hal dan mereka dibatasi oleh sekat yang tidak pernah diharap. Sebuah penggambaran bahwa, Film Glass ini bukanlah masuk ke dalam kategori pshyco triller lagi, sama halnya Split atau Unbreakable.
Film Glass juga bukanlah film tentang superhero yang dahulu sempat diutarakan oleh salah satu produser yang menggarap film ini tahun lalu. Akan Tetapi, Film Glass lebih masuk ke dalam kategori film yang memiliki keinginan untuk memberi ajakan kepada penontonnya agar dapat bermain dengan sebuah strategi, bayang imaji, dan juga hal gila yang ada pada karakter utamanya, yaitu Mr. Glass.
Film Glass penuh sajian Psikologi Maupun Misteri
Jika ditanya bagaimana tentang filmnya, mungkin film Glass ini sedikit lebih mirip dengan film unbreakable, dimana di situ, sosok Elijah Price, memiliki obsesi yang sangat tinggi dengan banyaknya cerita yang terabar di dalam komik superhero-superhero.
Saya nggak ngerti lagi sih, gimana si M . Night Shyamalan ini kok bisa bikin sebuah film yang beterkaitan, tapi masih dengan penuh misteri yang diluar dugaan gitu. Kagum banget saya memang nih. Dimulai dari pengenalan kembali sosok David Dun di Film Unbreakable, lalu menuju kepada sosok Kevin di Film Split, hingga langsung di arahkan pada pengenalan sosok Dr. Ellie Staple, yaitu sosok psikolog memiliki teori untuk mengubah sebuah persepsi maupun isi dari kepala Elijah, Kevin, dan juga David.
Sekali lagi, ini Film Glass tuh bener-bener penuh misteri dan gimana yaaa? Bingung akutuuuuuuh, ih.
Film Glass Mengibaratkan Sebuah Karakter Seolah Sosok Superhero
Sekali lagi yang sudah dikatakan, Film Glass di sini bukanlah sebuah film yang menceritakan tentang film Superhero, namun lebih ke pengibaratan akan sebuah karakater, menjadi seperti sosok superhero.
Nah, loh, bingung kan?
Jadi gini, di sini, Sosok Elijah Price ditempatkan sebagai sosok yang mengumpulkan superhero dalam versi khayalnya. Sebagaimana seorang kreator, Elijah lantas tetap harus membuat sosok superhero itu berakhir, bahkan sempat Elijah berkata bahwa cerita yang menjadi khayalnya merupakan cerita orisinil.
Nah, bingung lagi kan? Bener-bener memang, Film Glass ini tuh.
Intinya tuh, Film Glass menyajikan sebuah film yang sebenernya bukan tentang superhero, namun lebih ke karakter yang diibaratkan seorang superhero, dimana disitu, sudut pandang tentang superhero diubah total. Sebelumnya kan, kita mengenal bahwa superhero itu kuat, memiliki senjata yang keren, dan kostumnya mantamp. Nah, di sini, superhero lebih dimainkan dalam sebuah pikiran yang mana membuat superhero, tidak lagi sama dengan apa yang selama ini kita bayangkan.
Inti dari Film Glass
Katanya, Film Glass ini masih kurang bagus dari film-film sebelumnya, yaitu Unbreakable ataupun Split. Tapi jika memang dilihat dari kacamata yang lain, film ini bisa jadi amat sangat menarik. Pokoknya penuh akan permainan yang menitikberatkan pada strategi Mr Glass, yang mana membuat sepertinya film ini jadi akhir yang bagus dari ketiga film yang telah dibuat oleh M. Night Shyamalan. Ibaratnya begini, Mr Glass merupakan seseorang yang menciptakan sebuah komik, namun dia juga yang harus membuat akhir cerita terhadap komik yang telah dibuatnya, pun dengan cara yang amat tidak terduga.
Keren nggak sih?
Sepertinya, saya harus menonton Film Glass ini sekali atau dua kali lagi, namun dengan kembali mengulang film Unbreakable atau Split yang telah lalu, agar cerita yang disajikan bisa lebih masuk dan paham.
Ada yang sudah nonton?
Atau, ada yang juga ingin nonton beberapa kali lagi biar paham?
Selamat nonton Film Glass, ya!
Belum nonton... Kayaknya seru nih Filmnya. Dari kemarin diajak temen, tapi belum sempat.
BalasHapusBagus banget, Maaaaaas Film Glass ini. Hehe, semoga lain waktu bisa sempat yaaa kalau diajak temen lagi :D
HapusLihat reviewnya jd pengen ntn hehe..
BalasHapusSilahkan mas, ditonton Film Glass-nya jika senggang. Tapi sekedar saran, ada baiknya tonton film Split sama Unbreakable dulu :D
HapusSalut kak.. Masih ada ingatan jalan cerita film tahun 2000 (unbreakable).. Saya kalo disuruh nginegt nginget ndak jago.. Makannya jarang nulis review masa lampau.. Aku klo nonton harus nyonya yg pilihin.. Klo nyonya diajak nonton film ini,.dijamin numpang tidur dibioskop..
BalasHapusWahahaha iya soalnya berkaitan banget mas, Filmnya. Sempet jadi bikin nonton ulang tentang film Unbreakable juga sih, karena sudah amat lama sekali wkwkwk. Hahaha menonton karena nyonyaa ya, ndapapa, yang penting nyonya bahagia wkwkw
HapusSaya lagi tertarik banget nih sama film2 psikologi. Split aja belum sempet nonton
BalasHapusGlass ini wajib nonton banget sih
Hehhee saran saya, tonton dulu Unbreakable sama Split mas, baru lanjut Film Glass. Bagus banget dan berketerkaitan parah :D
HapusYang main film aktor papan atas semua, liat Samuel & Bruce Willis jadi inget Die Hard 2, keren akting mereka :D
BalasHapusHahaha bener, Mbaaaaaaa. Aktor kawakan semuaaaaaa. Ngga heranlah ya, Mba, Film Glass sebagus apa ini :D
HapusJadi engen nonton
BalasHapusYuk, Yuk, Yuk, dipersilahkan banget untuk menonton Film Glass ini :D
HapusBelum nontonlah.. Tapi pas baca postingannya, sepertinya harus nonton unbreakable dan split dulu biar ngerti alur ceritanya..
BalasHapusNah, iya. Ada baiknya, kalau misal tertarik untuk menonton Film Glass ini, masnya tonton dulu Film Unbreakable sama Split :)) biar ngerti alurnya nanti hehe
Hapuskebetulan say belum nonton ketiga filmnya mas, dan saya baru denger kali ini filmnya :D, kurang update banget ya, mungkin lain kali bisa jadi whitelist ni ya filmnya
BalasHapusHehehe iya nggapapa, Mas. Besok kalau misa berminat, ditonton ya Film Glass ini :D
Hapussaya belum pernah nonton ketiganya, kayaknya sih kudu nonton nih biar ga penasaran
BalasHapusApalagi pemainnya keren2.
Emang ya, aktor2 yang pernah membintangi film2 keren, bakal bisa melariskan film yang dia bintangi berikutnya.
Karena salah satu alasan orang mau nonton film ya karena liat pemainnya siapa :)
Wahahaha benar sih, Mbak. Kadang, untuk bikin kita mau nonton filmnya, selain karena alur, si pemain juga jadi penentu. Nah, di Film Glass ini aktornya kawakan semua. Kagak nyesel deh. Ehehe :D
HapusBelum nonton semua, dan saya bingung dengan ceritanya. Nampaknya butuh asupan multivitamin untuk memahami semuanya #fiuh
BalasHapusEhehe yasudah, Mas. Minum multivitamin dahulu berarti, sebelum mulai nonton Film Unbreakable, Split, sama Glass ini :D
Hapussaya malah belum tahu ketiganya..
BalasHapuswkwkwkwk..
katrok banget ya..
trims infonya, mudah-mudahan nanti bisa menonton..
Wahaha nggapapa kalik, Mas hehe.
HapusSemoga besok bisa mengikuti Film Glass ini ya :D
Jenis film psikologi seperti ini perlu ditonton dengan serius nyimaknya dan lebih enak ditonton sendirian di bioskop.
BalasHapusKenapa ?, soalnya kalau nonton bareng temen malah dikit2 ngomentarin ini itunya tayangan ..., konsen jadi terpecah gegara kuping disibukin celetukannya hehehe